Pencarian

RadarIndoMedia TV YouTube

Dasco Disebut “Offside”, Manuver Politik Orang Kepercayaan Prabowo Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 10 Juni 2026 • 16:12:44 WIB
Dasco Disebut “Offside”, Manuver Politik Orang Kepercayaan Prabowo Kembali Jadi Sorotan

JAKARTA – Nama Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan karena perdebatan di parlemen atau agenda legislasi, melainkan karena manuver politiknya yang dinilai semakin luas hingga menyentuh berbagai urusan strategis pemerintahan.

Dalam laporan yang menjadi perbincangan di kalangan politik nasional, Dasco disebut telah memainkan peran yang melampaui tugas formalnya sebagai pimpinan DPR. Istilah "offside" pun muncul untuk menggambarkan posisi politiknya yang dianggap semakin aktif dalam berbagai urusan yang lazimnya berada di ranah eksekutif. 

Bagi banyak pengamat, fenomena ini bukan sesuatu yang mengejutkan.

Dasco selama ini dikenal sebagai salah satu orang paling dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Di lingkungan politik nasional, ia kerap disebut sebagai sosok yang memiliki akses langsung terhadap berbagai keputusan penting serta menjadi penghubung komunikasi antara kekuatan politik di parlemen dan pemerintahan. 

Kedekatan tersebut membuat peran Dasco sering kali terlihat lebih luas dibandingkan jabatan formal yang diembannya.

Dalam berbagai isu nasional, mulai dari dinamika koalisi, komunikasi antarpartai, hingga penyelesaian persoalan politik yang sensitif, nama Dasco hampir selalu muncul sebagai figur sentral. Ia tidak hanya berbicara atas nama partai, tetapi juga kerap tampil sebagai juru runding yang menjembatani berbagai kepentingan politik. 

Situasi itulah yang kemudian memunculkan perdebatan.

Sebagian pihak menilai kehadiran Dasco justru membantu mempercepat komunikasi politik antara pemerintah dan DPR. Dalam sistem politik yang kompleks, figur yang mampu menjembatani berbagai kepentingan dianggap penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan.

Namun di sisi lain, ada pula yang menilai dominasi peran tersebut berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan.

Kritik yang muncul bukan semata-mata ditujukan kepada pribadi Dasco, melainkan pada batas antara fungsi legislatif dan eksekutif yang dinilai semakin kabur dalam praktik politik sehari-hari. Ketika seorang pimpinan DPR terlalu sering berada di pusat pengambilan keputusan politik pemerintahan, muncul pertanyaan mengenai mekanisme checks and balances yang menjadi fondasi demokrasi. (Instagram)

Meski demikian, hingga saat ini Dasco tetap menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam lingkar kekuasaan nasional.

Sebagai petinggi Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR, pengaruh politiknya sulit dipisahkan dari perjalanan pemerintahan Prabowo. Banyak keputusan strategis yang diyakini melibatkan komunikasi intens antara keduanya.

Yang menarik, semakin besar pengaruh seseorang dalam politik, semakin besar pula sorotan yang mengikutinya.

Istilah "offside" mungkin hanya sebuah metafora politik. Namun di balik istilah itu tersimpan perdebatan yang lebih besar: sampai di mana batas peran seorang politisi dalam sistem demokrasi?

Karena dalam politik, persoalannya bukan hanya siapa yang memiliki kekuasaan.

Tetapi juga bagaimana kekuasaan itu dijalankan dan di mana garis batasnya.

Diolah dari berbagai sumber dan ditulis ulang oleh Tim Redaksi RadarIndoMedia.com.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks