Pencarian

RadarIndoMedia TV YouTube

SERAGAM DI-MARK UP, 31 SMA NEGERI TERSANDUNG

Selasa, 16 Juni 2026 • 16:48:10 WIB
SERAGAM DI-MARK UP, 31 SMA NEGERI TERSANDUNG

PEKANBARU – Sekolah negeri yang semestinya meringankan beban masyarakat justru tersandung persoalan biaya seragam. Hasil audit Inspektorat Provinsi Riau menemukan praktik penggelembungan harga (mark-up) pengadaan seragam di 31 SMA Negeri.

Temuan ini bukan angka kecil. Total kelebihan pembayaran yang harus dikembalikan kepada orang tua siswa mencapai Rp566,26 juta. Uang yang terkumpul dari kantong masyarakat itu kini menjadi bukti bahwa ada yang tidak beres dalam tata kelola pengadaan seragam sekolah.

Pemprov Riau pun bergerak cepat. Tim pemeriksa dibentuk untuk menindaklanjuti hasil audit sekaligus mengusut pihak-pihak yang diduga terlibat. Inspektorat juga merekomendasikan sanksi disiplin bagi aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti melakukan pelanggaran.

Audit dilakukan terhadap 56 SMA Negeri di Pekanbaru, Siak, dan Dumai. Hasilnya cukup mengejutkan. Lebih dari separuh sekolah yang diperiksa ternyata terindikasi melakukan pelanggaran terkait penjualan seragam siswa baru.

Kasus ini bermula dari banyaknya keluhan orang tua murid. Mereka mengaku terbebani oleh mahalnya harga seragam yang dinilai tidak sebanding dengan kualitas barang yang diterima. Keluhan demi keluhan akhirnya membuka tabir persoalan yang selama ini seolah dianggap lumrah setiap musim penerimaan siswa baru.

Dinas Pendidikan Riau kini didorong menyusun petunjuk teknis baru terkait pengadaan seragam. Orang tua diharapkan diberikan kebebasan membeli seragam secara mandiri tanpa diarahkan kepada vendor tertentu.

Persoalan ini sejatinya bukan hanya soal seragam. Ini soal kepercayaan. Ketika lembaga pendidikan yang seharusnya mengajarkan kejujuran justru dikaitkan dengan praktik mark-up, maka yang terkoyak bukan sekadar administrasi, tetapi juga nilai moral pendidikan itu sendiri.

Sekolah adalah tempat menanamkan integritas. Karena itu, publik menunggu lebih dari sekadar pengembalian uang. Masyarakat menanti ketegasan pemerintah untuk memastikan praktik serupa tidak lagi menjadi tradisi tahunan yang selalu berulang setiap penerimaan siswa baru.

Jangan sampai seragam sekolah yang mestinya menjadi simbol kesetaraan, justru berubah menjadi simbol mahalnya biaya masuk sekolah negeri.

Diolah dari berbagai sumber dan ditulis ulang oleh Tim Redaksi RadarIndoMedia.com.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks