Pencarian

RadarIndoMedia TV YouTube

Demokrat Pasang Badan untuk AHY, Bantah Keras Dikaitkan dengan Sony Sonjaya dan SPPG

Rabu, 10 Juni 2026 • 15:00:19 WIB
Demokrat Pasang Badan untuk AHY, Bantah Keras Dikaitkan dengan Sony Sonjaya dan SPPG

JAKARTA – Nama Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendadak ikut terseret dalam pusaran kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya.

Namun Partai Demokrat bergerak cepat.

Melalui pernyataan resmi, partai berlambang mercy itu membantah keras berbagai informasi yang mengaitkan AHY dengan Sony Sonjaya maupun pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Demokrat menegaskan tidak ada hubungan, komunikasi, ataupun keterlibatan AHY dalam urusan yang kini sedang menjadi perhatian publik tersebut.

Bantahan itu muncul setelah beredarnya sejumlah unggahan yang mencantumkan frasa "2 orang kolonel usulan AHY" dalam kaitannya dengan kasus yang sedang ditangani aparat penegak hukum.

Bagi Demokrat, tudingan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan AHY tidak mengenal Sony Sonjaya. Bahkan menurutnya, tidak pernah ada pertemuan maupun komunikasi antara keduanya. Partai juga menyatakan AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, maupun meminta dukungan kepada Sony Sonjaya terkait program SPPG ataupun urusan lainnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons atas berkembangnya berbagai spekulasi di media sosial yang mencoba menghubungkan sejumlah nama dengan perkara yang saat ini tengah bergulir.

Di era digital, sebuah unggahan dapat menyebar lebih cepat dibanding proses verifikasi fakta. Akibatnya, nama seseorang bisa lebih dulu menjadi bahan perbincangan publik sebelum kebenaran informasi tersebut diuji.

Itulah yang tampaknya ingin dicegah Demokrat.

Partai tersebut menilai frasa yang beredar tidak menjelaskan secara rinci siapa yang dimaksud dengan "AHY" maupun siapa yang disebut sebagai "2 orang kolonel". Karena itu, menghubungkan langsung informasi tersebut kepada Agus Harimurti Yudhoyono dinilai tidak memiliki dasar fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kasus dugaan korupsi MBG sendiri saat ini memang menjadi sorotan nasional. Program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat tersebut memiliki nilai strategis karena menyangkut kepentingan publik dalam skala besar. Karena itulah setiap informasi yang muncul di sekitarnya dengan cepat menarik perhatian masyarakat.

Namun di tengah derasnya arus informasi, publik juga dihadapkan pada tantangan untuk memilah mana fakta, mana opini, dan mana informasi yang belum terverifikasi.

Demokrat menilai pengaitan nama AHY dalam isu tersebut merupakan bentuk informasi yang tidak berdasar. Bahkan partai secara tegas menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah apabila memang ditujukan kepada Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Di sisi lain, kasus yang sedang berjalan tetap menjadi ranah aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya. Proses hukum akan menjadi ruang pembuktian yang menentukan siapa yang terlibat dan siapa yang tidak memiliki kaitan dengan perkara tersebut.

Karena itu, di tengah tingginya perhatian publik, kehati-hatian dalam menyimpulkan sebuah informasi menjadi hal yang penting.

Sebab dalam politik maupun hukum, sebuah nama bisa dengan mudah disebut. Namun membuktikan kebenarannya membutuhkan fakta, data, dan proses yang tidak bisa digantikan oleh sekadar narasi yang viral di media sosial.

Dan ketika opini bergerak lebih cepat daripada fakta, publiklah yang harus semakin cermat membedakan keduanya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks