JAKARTA – Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam beberapa waktu terakhir.

Permintaan maaf itu disampaikan Darmawan usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan, Senin (22/6). Darmawan datang bersama jajaran direksi PLN untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi sistem kelistrikan nasional.

“Kami ingin mohon maaf kepada masyarakat karena ketidaknyamanan dengan terjadinya pemadaman bergilir tersebut,” ujar Darmawan.

Menurutnya, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa saat ini mulai membaik. PLN juga mengklaim pemadaman bergilir sudah berhasil diminimalisir setelah dilakukan berbagai langkah perbaikan.

Darmawan menjelaskan, gangguan terjadi akibat dua pembangkit besar milik mitra swasta atau Independent Power Producer (IPP) mengalami kendala teknis dan sempat keluar dari sistem jaringan listrik Jawa.

Namun, PLN menyebut salah satu pembangkit kini telah berhasil dipulihkan dan kembali memasok listrik ke jaringan utama Pulau Jawa.

“Semalam satu pembangkit besar berhasil dipulihkan dan sudah sinkron dengan sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” katanya.

PLN juga memastikan pengawasan dilakukan penuh selama 24 jam setiap hari guna menjaga kestabilan pasokan listrik. Selain itu, perusahaan terus memperkuat tata kelola rantai pasok energi primer agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.

Pemadaman listrik yang sempat meluas sebelumnya menuai sorotan berbagai pihak, termasuk kalangan industri. Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai gangguan pasokan listrik dapat mengganggu aktivitas produksi dan berdampak pada rantai pasok nasional.

Reporter: Redaksi