PEKANBARU – Pergantian jajaran di PT SPR Langgak melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 19 Juni 2026 memunculkan perhatian publik. Salah satu yang menjadi sorotan adalah masuknya Muhamad Sambu Harman, putra mantan Bupati Rokan Hulu Suparman, sebagai Komisaris PT SPR Langgak.
Penunjukan tersebut langsung memantik beragam tanggapan. Selain faktor hubungan keluarga dengan tokoh politik senior di Riau, usia Sambu Harman yang relatif muda turut memunculkan pertanyaan mengenai rekam jejak dan pengalaman yang dimiliki untuk mengisi posisi strategis di anak perusahaan BUMD sektor minyak dan gas tersebut.
Sejumlah pengamat menilai jabatan komisaris pada perusahaan daerah semestinya diisi melalui mekanisme yang transparan dan berbasis kompetensi agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Apalagi, PT SPR selama ini diharapkan menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Provinsi Riau.
Di sisi lain, pihak PT SPR sebelumnya menegaskan bahwa penetapan jajaran direksi dan komisaris dilakukan secara profesional sesuai kebutuhan perusahaan. Manajemen menyebut seluruh proses bertujuan memperkuat kinerja perusahaan dan meningkatkan kontribusi terhadap daerah.
Muhamad Sambu Harman sendiri membenarkan dirinya ditunjuk sebagai Komisaris PT SPR Langgak. Ia menyatakan telah menyelesaikan pendidikan Administrasi Publik di Universitas Riau dan saat ini sedang menempuh pendidikan hukum. Selain itu, ia mengaku memiliki pengalaman di bidang usaha jasa keamanan.
Meski demikian, pengangkatan putra mantan kepala daerah tersebut tetap memunculkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana proses seleksi dilakukan dan parameter apa yang digunakan dalam menentukan figur yang dipercaya mengawasi perusahaan migas daerah tersebut.
Di tengah tuntutan tata kelola yang baik, transparansi dan profesionalisme menjadi faktor penting agar BUMD tidak hanya bebas dari konflik kepentingan, tetapi juga mampu menjawab harapan masyarakat terhadap peningkatan kinerja dan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.
Tim Redaksi Radar Indo Media