KETIKA YANG PANJANG BUKAN KUE, TAPI EKSPEKTASI WARGA

Penulis: Redaksi
Minggu, 21 Juni 2026 | 20:04:15 WIB

RADAR INDO MEDIA | Pekanbaru – Festival Kue Talam Ketan Durian sepanjang satu kilometer yang digadang-gadang menjadi ikon perayaan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru justru menyisakan cerita yang tak semanis durian. Ribuan warga yang datang dengan harapan menikmati "kue satu kilometer" gratis, sebagian harus pulang dengan rasa kecewa.

Promosi besar-besaran yang beredar sebelumnya sukses menarik antusiasme masyarakat. Namun di lapangan, kondisi tak seindah narasi yang dibangun. Antrean panjang mengular, warga berdesakan, sementara ketersediaan porsi disebut tak sebanding dengan jumlah pengunjung yang membludak.

Di tengah keramaian itu, muncul sindiran yang cepat menyebar di media sosial. "Yang satu kilometer itu ternyata mejanya, bukan kuenya," celetuk sejumlah warga dengan nada kecewa.

Kritik pun bermunculan. Sebab, ekspektasi publik yang telanjur tinggi dianggap tidak diimbangi dengan kesiapan pelaksanaan. Alih-alih meninggalkan kesan manis pada momentum hari jadi kota, acara tersebut justru memunculkan pertanyaan mengenai pola komunikasi pemerintah kepada masyarakat.

Lebih jauh lagi, sebagian warga mempertanyakan prioritas pemerintah daerah. Di saat persoalan banjir yang pernah dijanjikan tuntas dalam satu tahun masih menjadi keluhan, persoalan sampah belum sepenuhnya teratasi, dan sejumlah infrastruktur masih dikeluhkan masyarakat, pesta kuliner megah ini dinilai berpotensi memunculkan kesan bahwa seremoni lebih diutamakan dibanding penyelesaian masalah mendasar.

Rekor boleh saja tercipta. Panggung perayaan boleh meriah. Tetapi bagi masyarakat, ukuran keberhasilan bukan hanya panjangnya meja, ramainya pengunjung, atau banyaknya unggahan di media sosial.

Karena yang paling diingat warga pada akhirnya bukan seberapa panjang acara digelar, melainkan seberapa besar manfaat yang benar-benar mereka rasakan.

Dan ketika ekspektasi lebih panjang daripada realita, maka yang tersisa bukan rasa manis durian, melainkan pertanyaan yang semakin panjang di benak masyarakat.

“Kalau yang satu kilometer hanya mejanya, jangan sampai harapan warga ikut dipanjangkan tanpa ujung.”

Tim Redaksi Radar Indo Media

Reporter: Redaksi