Api Belum Padam, Pertarungan Belum Selesai

Penulis: Redaksi
Minggu, 07 Juni 2026 | 09:10:26 WIB

BAGANSIAPIAPI – Dari udara, helikopter water bombing terus menjatuhkan ribuan liter air ke titik-titik kebakaran. Di darat, petugas Manggala Agni bersama tim gabungan berjibaku melawan panas, asap, dan medan yang tidak bersahabat.

Kabar baiknya, operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Rokan Hilir mulai menunjukkan kemajuan. Luas area yang terbakar berhasil ditekan dan sejumlah titik api mulai dapat dikendalikan. Upaya pemadaman melalui water bombing menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran.

Namun pengalaman di Riau mengajarkan satu hal.

Karhutla bukan lawan yang mudah dikalahkan.

Setiap kali api terlihat mengecil, ancaman muncul kembali ketika cuaca panas, angin kencang, dan lahan gambut yang masih menyimpan bara mulai "hidup" lagi. Karena itu, keberhasilan hari ini belum tentu menjamin keadaan aman besok.

Di sinilah tantangan sesungguhnya berada.

Memadamkan api memang penting. Tetapi mencegah api muncul kembali jauh lebih penting.

Riau sudah terlalu sering mengulang cerita yang sama. Musim kemarau datang, titik api bermunculan, petugas berjibaku siang malam, helikopter diterbangkan, lalu publik kembali bertanya mengapa persoalan yang sama terus berulang setiap tahun.

Padahal biaya yang harus dibayar tidak sedikit.

Bukan hanya biaya operasi pemadaman. Ada kesehatan masyarakat yang terancam asap, aktivitas ekonomi yang terganggu, hingga kerusakan lingkungan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih.

Petugas di lapangan pantas mendapat apresiasi. Mereka bekerja dalam kondisi yang tidak mudah. Berhadapan dengan panas ekstrem, asap pekat, dan risiko keselamatan yang selalu mengintai.

Tetapi perang melawan karhutla tidak bisa dibebankan hanya kepada petugas.

Masyarakat, perusahaan, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum harus berada dalam barisan yang sama. Sebab api yang membakar lahan hari ini bisa berubah menjadi bencana yang dampaknya dirasakan seluruh daerah.

Kemajuan operasi pemadaman di Rohil memang menjadi kabar yang melegakan.

Namun jangan sampai rasa lega berubah menjadi lengah.

Karena dalam urusan karhutla, musuh paling berbahaya bukan api yang terlihat.

Melainkan bara yang dianggap sudah mati, padahal masih menyimpan ancaman di bawah permukaan.

Reporter: Redaksi