PEKANBARU – Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, semangat berbagi ternyata belum surut. Justru sebaliknya.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau mencatat penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai sekitar Rp27 miliar. Angka tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat sekaligus membantu sesama yang membutuhkan.

Bagi sebagian orang, angka Rp27 miliar mungkin hanya terlihat sebagai statistik. Namun di balik nominal itu tersimpan ribuan cerita. Ada keluarga kurang mampu yang terbantu kebutuhan pokoknya. Ada anak-anak yang bisa melanjutkan pendidikan. Ada pelaku usaha kecil yang mendapat modal untuk bangkit. Ada pula masyarakat yang terbantu saat menghadapi kondisi darurat.

Ketua Baznas Riau menyebut capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat dinilai terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Kepercayaan memang menjadi kunci.

Sebab zakat bukan sekadar kewajiban ibadah. Zakat juga menyangkut amanah. Masyarakat ingin memastikan dana yang mereka keluarkan benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerima.

Karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan para muzaki.

Di sisi lain, kebutuhan masyarakat yang membutuhkan bantuan juga terus meningkat. Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil membuat banyak keluarga masih memerlukan dukungan, baik dalam bentuk bantuan konsumtif maupun program pemberdayaan ekonomi.

Inilah yang membuat peran zakat semakin strategis.

Jika dikelola dengan baik, zakat tidak hanya menjadi alat bantu sosial jangka pendek. Zakat dapat menjadi instrumen pembangunan ekonomi umat yang berkelanjutan.

Melalui berbagai program pemberdayaan, dana zakat bisa membantu masyarakat keluar dari lingkaran kemiskinan. Mereka yang awalnya menerima bantuan diharapkan suatu hari dapat berubah menjadi pemberi bantuan.

Tantangan ke depan tentu tidak ringan.

Baznas harus terus menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas penyaluran agar manfaat zakat semakin luas dirasakan. Pengelolaan yang profesional menjadi syarat utama agar potensi zakat yang besar di Riau dapat dimaksimalkan.

Sebab jika dalam lima bulan saja mampu terkumpul Rp27 miliar, potensi yang sesungguhnya tentu jauh lebih besar.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi berapa banyak dana yang berhasil dihimpun.

Tetapi seberapa besar dampak yang mampu diciptakan bagi masyarakat.

Karena pada akhirnya, nilai zakat tidak hanya diukur dari jumlah rupiahnya.

Melainkan dari berapa banyak kehidupan yang berhasil diubah menjadi lebih baik.

Catatan kaki: Diolah dari berbagai sumber dan ditulis ulang oleh Tim Redaksi RadarIndoMedia.com.

Reporter: Redaksi