Mahasiswa “Serbu” Polda, Mafia BBM Dumai Mulai Panik?

Penulis: Redaksi
Jumat, 29 Mei 2026 | 23:26:40 WIB

PEKANBARU — Aroma dugaan mafia BBM subsidi dan permainan CPO ilegal di Kota Dumai kini tak lagi sekadar bisik-bisik warung kopi. Gelombangnya mulai membesar. Kali ini, mahasiswa turun langsung membawa laporan resmi ke Polda Riau. Pesannya keras: aparat jangan tutup mata.

Gerakan Mahasiswa dan Pemuda (GEMPA) Kota Dumai resmi melaporkan dugaan keberadaan gudang BBM subsidi ilegal, distribusi solar bersubsidi, hingga aktivitas penampungan CPO ilegal yang disebut-sebut sudah lama beroperasi di wilayah Dumai.

Langkah mahasiswa ini sontak menyita perhatian publik. Pasalnya, di tengah masyarakat yang masih antre mencari solar subsidi dan Pertalite, dugaan permainan minyak justru disebut berjalan mulus tanpa hambatan.

“Kalau benar ada mafia yang bermain, ini bukan lagi pelanggaran biasa. Ini penghianatan terhadap hak rakyat,” teriak salah satu orator aksi di depan Mapolda Riau.

Mahasiswa menilai praktik tersebut tidak mungkin berjalan tanpa adanya jaringan kuat di belakangnya. Mereka menduga ada pola permainan terstruktur mulai dari distribusi, penimbunan hingga jalur pengiriman yang selama ini lolos dari pengawasan.

Sorotan tajam juga diarahkan pada dugaan gudang-gudang penampungan ilegal yang disebut beroperasi bebas. Ironisnya, masyarakat kecil justru kerap menjadi korban kelangkaan BBM subsidi.

Publik kini mulai bertanya-tanya: siapa sebenarnya yang selama ini bermain di balik distribusi minyak subsidi di Dumai?

Tak hanya itu, mahasiswa juga mendesak aparat mengusut dugaan keterlibatan kapal SPOB ilegal dalam rantai distribusi minyak dan CPO. Mereka meminta penegakan hukum dilakukan secara terbuka tanpa tebang pilih.

“Jangan cuma pemain kecil yang ditangkap. Bongkar aktor besar di belakangnya,” tegas massa aksi.

Dalam laporan yang diserahkan ke Ditreskrimsus Polda Riau, mahasiswa mengaku turut melampirkan sejumlah data dan informasi lapangan terkait dugaan aktivitas ilegal tersebut. Mereka bahkan memberi ultimatum agar aparat segera bergerak sebelum kemarahan publik semakin meluas.

Gelombang dukungan masyarakat pun mulai bermunculan di media sosial. Banyak warga meminta aparat serius membersihkan dugaan mafia BBM subsidi yang selama ini dianggap merugikan negara dan rakyat kecil.

Kini sorotan tertuju ke Polda Riau. Publik menunggu: apakah kasus ini benar-benar dibongkar sampai ke akar, atau kembali tenggelam tanpa kejelasan?

Tim Redaksi Radar Indo Media

Reporter: Redaksi