RadarIndoMedia – Rokan Hilir – Lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Rokan Hilir mulai memicu alarm serius. Pemerintah daerah akhirnya mengambil langkah besar dengan menggelar gotong royong (goro) massal selama tiga hari berturut-turut demi memutus rantai penyebaran nyamuk mematikan tersebut.
Langkah darurat itu diputuskan langsung dalam rapat koordinasi penanggulangan DBD yang dipimpin Bupati Rokan Hilir, H Bistamam, di Mess Pemda Bagansiapiapi.
Tak main-main, seluruh OPD, camat, lurah hingga datuk penghulu diminta turun langsung ke lapangan. Pemerintah ingin memastikan pemberantasan sarang nyamuk dilakukan serentak dan masif di seluruh wilayah yang dianggap rawan penyebaran DBD.
Goro massal dijadwalkan berlangsung selama tiga hari mulai Kamis hingga Sabtu. Fokus utama kegiatan ialah membersihkan lingkungan, menutup tempat penampungan air, membersihkan drainase hingga memusnahkan titik-titik yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.
Situasi ini muncul setelah angka kasus DBD di Rohil terus mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.
Data Dinas Kesehatan Rohil mencatat sejak Januari hingga Mei 2026, jumlah kasus DBD telah menyentuh sekitar 400 kasus. Kecamatan Bangko dan Tanjung Medan menjadi wilayah dengan angka penyebaran tertinggi. Bahkan khusus Kecamatan Bangko, tercatat puluhan kasus aktif hanya dalam satu bulan terakhir.
Bupati Bistamam menegaskan kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele. Ia meminta seluruh elemen bergerak cepat sebelum penyebaran semakin meluas.
“Kasus DBD terus meningkat. Kita harus melakukan langkah nyata dan konkret agar penyebaran bisa ditekan bahkan dihilangkan,” tegasnya dalam rapat koordinasi.
Pemerintah daerah juga menginstruksikan agar budaya gotong royong rutin kembali dihidupkan di setiap wilayah. Minimal satu kali dalam seminggu, seluruh desa dan kelurahan diminta melakukan aksi bersih lingkungan secara bersama-sama.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Rohil, Maria Susanti, mengatakan langkah paling efektif saat ini ialah pemberantasan sarang nyamuk secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Menurutnya, jika hanya mengandalkan fogging tanpa membersihkan lingkungan, maka penyebaran nyamuk akan terus berulang.
“Kami optimistis goro massal bisa menekan lonjakan kasus baru secara signifikan,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya kasus, Pemkab Rohil juga mengaku masih menghadapi keterbatasan alat dan logistik penanganan DBD. Karena itu pemerintah daerah mulai membangun komunikasi intensif dengan Pemprov Riau dan Kementerian Kesehatan guna meminta dukungan tambahan peralatan penanganan.
Langkah cepat Pemkab Rohil ini mendapat perhatian masyarakat. Sebab dalam beberapa pekan terakhir, keresahan warga mulai meningkat akibat banyaknya kasus DBD yang menyerang anak-anak hingga orang dewasa.
Kini publik berharap aksi goro massal bukan hanya sekadar seremoni, melainkan benar-benar menjadi gerakan nyata yang mampu menghentikan penyebaran DBD di Negeri Seribu Kubah tersebut.
Catatan kaki: Diambil dari beberapa sumber dan diolah Tim Redaksi Radar Indo Media.