Pencarian

RadarIndoMedia TV YouTube

Dedi Osri Soroti Tiga Besar Calon Sekda Kampar, Pertanyakan Rekam Jejak dan Kepemimpinan

Selasa, 09 Juni 2026 • 22:45:11 WIB
Dedi Osri Soroti Tiga Besar Calon Sekda Kampar, Pertanyakan Rekam Jejak dan Kepemimpinan

KAMPAR – Pengumuman tiga besar hasil seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Salah satunya datang dari praktisi hukum dan tokoh masyarakat Kampar, Dedi Osri, S.H., yang menilai ketiga nama yang lolos seleksi masih menyisakan pertanyaan besar terkait rekam jejak dan kapasitas kepemimpinan.

Menurut Dedi, jabatan Sekda merupakan posisi strategis yang membutuhkan figur dengan kemampuan komunikasi yang kuat, keberanian mengambil keputusan, serta prestasi yang dapat diukur selama menduduki jabatan sebelumnya.

"Jujur saja, saya melihat ketiga nama yang masuk tiga besar ini belum menunjukkan prestasi luar biasa yang benar-benar dirasakan masyarakat Kampar. Jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif, tetapi motor penggerak birokrasi daerah," ujar Dedi.

Ia menilai selama menduduki berbagai jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, ketiga kandidat tersebut belum mampu menampilkan terobosan besar yang menjadi pembicaraan publik maupun membawa perubahan signifikan terhadap tata kelola pemerintahan.

"Publik tentu berhak bertanya, apa capaian monumental yang pernah mereka lahirkan? Apa inovasi yang benar-benar berdampak luas bagi masyarakat? Pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab secara terbuka," tegasnya.

Dedi juga menyoroti aspek komunikasi dan kepemimpinan yang menurutnya menjadi faktor penting dalam menentukan seorang Sekda.

"Kampar membutuhkan Sekda yang komunikatif, terbuka terhadap kritik, mampu membangun koordinasi lintas sektor, serta hadir di tengah masyarakat. Jangan sampai yang muncul justru karakter birokrat yang terlalu tertutup, sulit berkomunikasi, dan terkesan hanya bekerja di balik meja," katanya.

Menurutnya, tantangan pembangunan Kampar ke depan membutuhkan figur yang mampu membangun sinergi dengan DPRD, organisasi masyarakat, insan pers, akademisi, hingga pelaku usaha.

"Jangan sampai muncul istilah pendiam menghanyutkan dalam birokrasi. Yang dibutuhkan saat ini adalah pemimpin birokrasi yang mampu menjelaskan kebijakan kepada publik, responsif terhadap persoalan masyarakat, dan berani melakukan pembenahan internal," lanjutnya.

Dedi berharap Bupati Kampar tidak hanya berpedoman pada hasil seleksi administrasi dan kompetensi, tetapi juga mempertimbangkan rekam jejak nyata, kepemimpinan, integritas, serta kemampuan komunikasi para kandidat sebelum menetapkan Sekda definitif.

"Jabatan Sekda bukan hadiah karier, melainkan amanah besar untuk memperbaiki pelayanan publik dan mengakselerasi pembangunan daerah. Karena itu, keputusan akhir harus benar-benar mempertimbangkan kepentingan masyarakat Kampar secara luas," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks