Pencarian

RadarIndoMedia TV YouTube

MENDADAK DICOPOT! PRABOWO BERHENTIKAN DADAN DAN DUA PIMPINAN BGN

Rabu, 03 Juni 2026 • 07:10:17 WIB
MENDADAK DICOPOT!  PRABOWO BERHENTIKAN DADAN DAN DUA PIMPINAN BGN

JAKARTA – Keputusan mengejutkan datang dari Istana Negara. Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberhentikan tiga pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk Kepala BGN Dadan Hindayana, dalam langkah yang langsung memicu berbagai spekulasi publik. Pergantian mendadak ini terjadi saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi salah satu program prioritas nasional yang menyedot perhatian dan anggaran besar negara.

Tak hanya Dadan Hindayana yang dicopot. Dua wakil pimpinan BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, juga ikut diberhentikan secara bersamaan. Pengumuman tersebut disampaikan langsung Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Pemerintah menyebut keputusan itu diambil setelah Presiden melakukan monitoring dan evaluasi selama kurang lebih satu setengah tahun terhadap kinerja BGN. Evaluasi tersebut disebut melibatkan berbagai masukan dari kementerian terkait, masyarakat, hingga penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis yang selama ini menjadi andalan pemerintahan Prabowo.

Namun justru di sinilah pertanyaan publik bermunculan.

Jika program berjalan baik, mengapa tiga pimpinan sekaligus harus diganti? Jika hanya penyegaran organisasi, mengapa pergantian dilakukan secara total pada level tertinggi? Dan jika memang ada evaluasi besar, apa sebenarnya temuan yang membuat Istana mengambil keputusan secepat itu?

Sejauh ini pemerintah belum mengungkap secara rinci hasil evaluasi yang menjadi dasar pencopotan tersebut. Akan tetapi sejumlah laporan menyebut evaluasi menyentuh aspek tata kelola, standar operasional, efektivitas pelaksanaan program hingga kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Pergantian itu sekaligus menandai babak baru di tubuh Badan Gizi Nasional. Posisi Dadan kini digantikan oleh Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN. Sementara dua posisi wakil kepala diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Langkah Istana ini menarik perhatian karena BGN merupakan lembaga yang menjadi ujung tombak program Makan Bergizi Gratis, salah satu janji politik terbesar Presiden Prabowo. Program tersebut selama ini dipromosikan sebagai solusi peningkatan kualitas gizi anak Indonesia sekaligus investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul di masa depan.

Karena itu, setiap perubahan di tubuh BGN otomatis menjadi perhatian nasional. Terlebih ketika yang diganti bukan satu orang, melainkan seluruh pucuk pimpinan sekaligus.

Di kalangan pengamat, pergantian ini dibaca sebagai sinyal bahwa Presiden ingin percepatan dan pembenahan lebih serius terhadap program strategis nasional tersebut. Dalam dunia birokrasi, pergantian total pimpinan biasanya menjadi indikator adanya kebutuhan perubahan besar dalam arah kebijakan maupun pola pelaksanaan program.

Meski demikian, pemerintah tetap menyampaikan apresiasi kepada Dadan Hindayana dan jajarannya atas kontribusi mereka membangun fondasi awal BGN sejak lembaga itu dibentuk. Istana menegaskan pergantian tersebut merupakan bagian dari evaluasi dan penyempurnaan organisasi agar program prioritas nasional dapat berjalan lebih efektif ke depan.

Kini perhatian publik tertuju pada kepemimpinan baru BGN. Masyarakat menunggu apakah pergantian ini akan membawa perbaikan nyata atau justru memunculkan tantangan baru dalam pelaksanaan program yang menyangkut jutaan anak Indonesia.

Sebab pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan sekadar jabatan para pejabat. Yang dipertaruhkan adalah keberhasilan program nasional bernilai triliunan rupiah yang selama ini digadang-gadang menjadi salah satu warisan terbesar pemerintahan Prabowo.

Diambil dari beberapa sumber dan diolah Tim Redaksi Radar Indo Media.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks