Pencarian

RadarIndoMedia TV YouTube

Rupiah Tembus Rp18.000, Negara Sedang Diuji

Minggu, 07 Juni 2026 • 08:36:51 WIB
Rupiah Tembus Rp18.000, Negara Sedang Diuji

JAKARTA – Rupiah akhirnya melewati garis yang selama ini dianggap batas psikologis. Angka Rp18.000 per dolar AS bukan lagi sekadar ancaman di layar monitor para ekonom. Ia kini menjadi kenyataan.

Saat nilai tukar terus merosot, pemerintah berupaya menenangkan keadaan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut berbagai langkah penguatan tengah disiapkan. Koordinasi fiskal dan moneter akan diperketat agar pasar kembali percaya.

Masalahnya, pasar tidak bergerak karena janji. Pasar bergerak karena keyakinan.

Ketika rupiah melemah hingga menyentuh level yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dipertaruhkan bukan hanya kurs mata uang. Yang sedang diuji adalah kredibilitas pengelolaan ekonomi nasional.

Pemerintah memang berkali-kali menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Pertumbuhan ekonomi masih berjalan. Penerimaan negara tetap terkendali. Sektor perbankan juga belum menunjukkan gejala keguncangan serius.

Namun angka di pasar menunjukkan cerita berbeda.

Investor global melihat risiko. Mereka membaca ketidakpastian. Mereka menimbang peluang dan ancaman dengan kalkulasi dingin. Ketika rasa aman berkurang, modal pun bergerak keluar. Dolar diburu. Rupiah tertekan.

Kondisi ini tentu bukan kabar baik bagi masyarakat.

Rupiah yang melemah akan membuat biaya impor semakin mahal. Industri yang bergantung pada bahan baku luar negeri harus menanggung beban tambahan. Pada akhirnya, biaya itu berpotensi diteruskan ke harga barang dan jasa yang dibayar masyarakat.

Artinya, pelemahan rupiah bukan sekadar urusan pelaku pasar atau trader valuta asing. Dampaknya bisa sampai ke dapur rumah tangga.

Pemerintah dan Bank Indonesia kini berada di persimpangan penting. Pasar menunggu langkah konkret, bukan sekadar pernyataan yang menenangkan. Sebab dalam dunia ekonomi modern, persepsi sering kali bergerak lebih cepat dibanding kebijakan.

Semakin lama kepercayaan tidak pulih, semakin mahal biaya yang harus dibayar.

Rupiah boleh saja menembus Rp18.000 hari ini. Yang tidak boleh jebol adalah keyakinan bahwa negara masih mampu mengendalikan keadaan.

Karena ketika kepercayaan runtuh, angka kurs hanyalah awal dari persoalan yang lebih besar.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks