PEKANBARU, RADAR INDO MEDIA – Penunjukan Rudy Fernando Sianturi sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau disambut dengan berbagai ucapan selamat dari sejumlah kalangan. Karangan bunga berdatangan, ucapan sukses mengalir, dan harapan baru pun mulai disematkan di pundak pejabat yang kini memegang kendali sistem pemasyarakatan di Provinsi Riau.
Namun di balik suasana seremonial tersebut, masyarakat Riau menyampaikan pesan yang jauh lebih penting daripada sekadar ucapan selamat.
Bekerjalah dengan integritas.
Pesan itu terdengar sederhana. Namun maknanya sangat dalam.
Sebab jabatan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau bukan sekadar posisi administratif biasa. Jabatan ini memegang tanggung jawab besar terhadap tata kelola lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan yang selama bertahun-tahun kerap menjadi perhatian publik.
Tidak dapat dipungkiri, isu pemasyarakatan di Indonesia, termasuk di Riau, sering kali menjadi sorotan. Mulai dari persoalan over kapasitas, peredaran narkotika yang diduga masih dikendalikan dari balik jeruji, hingga berbagai persoalan disiplin dan pengawasan yang berulang kali menjadi perhatian aparat maupun masyarakat.
Karena itu, pergantian pimpinan bukan sekadar pergantian nama.
Yang ditunggu publik adalah perubahan nyata.
Masyarakat tentu berharap kepemimpinan baru mampu menghadirkan semangat baru dalam membangun sistem pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan berintegritas. Namun harapan itu harus dibuktikan melalui tindakan, bukan sekadar pernyataan.
Mahasiswa Riau yang selama ini aktif mengawal berbagai isu publik menilai bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada atasan dan institusi, tetapi juga kepada masyarakat.
Menurut mereka, kepercayaan publik hari ini tidak dibangun melalui baliho ucapan selamat, spanduk penyambutan, ataupun kegiatan seremonial yang megah.
Kepercayaan dibangun melalui keberanian mengambil keputusan yang benar ketika menghadapi tekanan.
Kepercayaan dibangun melalui konsistensi menegakkan aturan tanpa pandang bulu.
Dan kepercayaan dibangun melalui integritas yang tetap berdiri tegak ketika godaan kekuasaan mulai datang dari berbagai arah.
Di sinilah tantangan sesungguhnya dimulai.
Rudy Fernando Sianturi mungkin telah resmi menduduki kursi Kakanwil Ditjenpas Riau. Namun kursi itu bukanlah hadiah. Kursi itu adalah ruang pengabdian yang setiap hari akan dinilai oleh masyarakat.
Publik akan melihat apakah berbagai persoalan yang selama ini menjadi sorotan mampu dibenahi secara bertahap.
Publik akan melihat apakah pengawasan internal semakin kuat.
Publik akan melihat apakah pelayanan semakin baik.
Dan yang terpenting, publik akan melihat apakah integritas benar-benar menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan yang diambil.
Masyarakat Riau tidak membutuhkan pemimpin yang hanya pandai berbicara tentang perubahan.
Masyarakat membutuhkan pemimpin yang mampu menghadirkan perubahan itu sendiri.
Sebab sejarah birokrasi telah berkali-kali menunjukkan bahwa pergantian pejabat tidak selalu berbanding lurus dengan perbaikan sistem. Tidak sedikit jabatan berganti, namun persoalan lama tetap bertahan.
Karena itu, harapan yang kini diberikan kepada Kakanwil baru bukanlah harapan yang ringan.
Harapan tersebut lahir dari keinginan agar sistem pemasyarakatan di Riau semakin bersih, semakin profesional, dan semakin dipercaya masyarakat.
Pada akhirnya, masyarakat Riau tidak akan mengingat berapa banyak ucapan selamat yang diterima seorang pejabat ketika dilantik.
Masyarakat akan mengingat jejak yang ditinggalkan selama memegang amanah.
Apakah jabatan itu digunakan untuk memperkuat integritas?
Ataukah hanya menjadi bagian dari rutinitas birokrasi yang berjalan tanpa perubahan berarti?
Waktu yang akan menjawab.
Namun satu pesan dari masyarakat dan mahasiswa Riau sudah terdengar jelas sejak hari pertama pelantikan:
“Bekerjalah dengan integritas tinggi. Sebab jabatan bisa berakhir, tetapi amanah akan selalu dimintai pertanggungjawaban.”
---
Penulis: Tim Investigasi Radar Indo Media
Aktual • Cepat • Terpercaya
#RadarIndoMedia #Riau #Ditjenpas #KakanwilPASRiau #RudyFernandoSianturi #Pemasyarakatan #Integritas #MahasiswaRiau #KontrolSosial #ReformasiBirokrasi #RiauBermarwah